Standar Kecantikan Itu Penting Gak sih?

     Sadar tidak sadar kita telah terdoktrin oleh sebuah asumsi bahwa cantik itu harus tinggi, harus berkulit putih, harus ini harus itu dan apapun itu yang terkadang tidak masuk akal sama sekali. Inilah yang dinamakan standar kecantikan. Tidak jelas siapa yang membuatnya. Tidak jelas dari mana standar itu ditemukan. Dan, tidak ada sebuah kesepakatan untuk mempercayainya  memang. Tetapi, entah bagaimana standar kecantikan itu benar adanya. Kita tidak bisa menahannya. Itu semua telah tertanam di benak para manusia khsusnya kaum hawa bahwa cantik itu harus memenuhi kriteria-kriteria itu. Tidak adil memang. Kita sudah terlambat untuk mengakui untuk berkata ‘tidak’ terhadap standar kecantikan itu. Klinik kecantikan sudah menjamur dengan tawaran-tawaran yang sesuai satndar kecantikan itu. Kejamnya lagi ada cara instannya. Ya, apa lagi kalau bukan ‘operasi plastik’. Para dokter kecantikan berlomba-lomba menarik hati kliennya dengan cara mengiming-imingi bahwa perubahan fisik yang mereka berikan terjamin mirip dengan artis favorit mereka. Ya, ini adalah cara jitu apalagi banyak dari mereka yang berhasil dengan cara ini.

            Sempat kusinggung bahwa trend center atau model dalam percontohan mereka dalam mengubah bentuk fisik adalah agar terlihat mirip dengan idola mereka. Saya ‘agak’ setuju dengannya. Di era modern ini, segala informasi dapat diterima dengan mudah. Segala produk iklan kecantikan berseliweran dimana-mana. Yang mana secara tidak langsung menunjukkan bahwa sosok cantik itu terlihat seperti yang ada di iklan tersebut. Jadi, ini bisa menjadi salah satu pemicunya. Termasuk diriku ini.

            Namun, kian waktu aku tersadar bahwa mencintai diri sendiri adalah hal utama. Tidak mudah memang. Perlu adanya sebuah alasan kuat bagiku untuk menerimanya. Salah satu quotes yang mengena adalah milik Kim Namjoon alias RM BTS yaitu:

--“No one is born ugly, we’re just born in a judgemental society”—

Sebenarnya kita semua terlahir dengan porsi masing-masing. Tuhan menciptakan kita dengan bentuk sebaik-baiknya. Hanya manusia sajalah yang menciptakan delusi itu. Manusia terlalu menunut sempurna bahwa mereka lupa bahwa Tuhan-lah yang paling sempurna. Untuk itu, salah satu cara untuk menerima keyakinan itu adalah dengan terus menggali potensi diri karena pasti ada dari dalam kita yang belum terekspos. Bakat itu dapat ditemukan di segala usia apapun. Tidak harus sejak kecil kita sudah mengenali bakat kita. Dengan mengenal dan mengembangkan bakal kita, tanpa disadari itulah yang membuat kita menarik dari apapun itu standarisasi kencantikan.

Menerima pendapat orang lain tentang diri kita adalah salah satu hal yang tersulit. Namun, dengan menerima hal itu tentu pikiran kita bisa mengenal kekurangan dan kelebihan kita tanpa susah-susah kita cari hehe. Jadikan apa yang mereka katakan itu sebagai ucapan motivasi diri. Karena apapun yang mereka katakan masih di ambang benar salah. Selain itu, cobalah untuk tidak membandingkan diri. Seperti yang aku katakan sebelumnya, bahwa manusia terlahir dengan porsi masing-masing. Jadi, kalian tidak perlu ragu akan hal itu!

Keberlanjutan dari tidak membandingkan diri dengan orang lain adalah ‘tampil beda’. Maksud saya jangan malu untuk menunjukkan ketertarikan kita terhadap sesuatu yang mungkin bagi sebagian orang itu akan terlihat aneh dan sebagainya. Ini adalah hidupmu. Do what you love!. Dengan menyibukkan diri sendiri melalui kegiatan yang kita suka dan positif tentu membuat diri kita semakin lebih baik.

Yang terakhir bagiku untuk mencintai diri sendiri adalah dengan selalu meluangkan diri untuk sekedar ‘healing time’ atau ‘me time’. Karena dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri mampu meningkatkan kepercayaan diri kita. Selain itu, kita tidak perlu mendengarkan perkataan orang lain yang terkadang bagi kita itu sangat menyakitkan. Contoh kegiatan improvisasi dikala waktu ini adalah dengan ‘self care’ karena tubuh kita juga perlu dimanjakan layaknya seorang bayi. Tubuh kita terlalu letih menghadapi kenyataan. Untuk itu, rawatlah diri kita.

Sebagai penutup aku ingin menambahkan salah satu quote dari Hwasa Mamamoo tetapi saya sedikit lupa. Namun, intinya adalah “Jika kalian tidak bisa mengikuti standar kecantikan mereka, buatlah standar kecantikan kalian sendiri” mungkin seperti itu isinya. Oleh karena itu love yourself!

Komentar